Kamis, 19 Juli 2018

Ensiklopedia Peradaban Islam




Judul:
Ensiklopedia Peradaban Islam

Penulis:
Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec

Tim Tazkia:
Shaifurrahman Mahfudz, Lc, M.Sh, Nurudin M. Ali, M.Sc,
Sopian Muhammad, S.Sos, Khairunnas, SHI, Unang Fauzi, Lc, MEI, Muhammad Isa Mustofa, MEI

Editor:
Nurkaib, Lc,
Sofyan RH. Zaid

Penerbit:
Tazkia Publishing

Cetakan:
Pertama, Februari 2012
Kedua, Maret 2016

Spesifikasi:
Ukuran 21,5cm x 29cm, Matt Paper 120 gram, Berat 14kg, 2.650 hal, Hard Cover , Spot UV, Embos, Doft, Hologram, Full Color.

ISBN:
978-602-7540-03-3

Harga:
Rp4.750.000,00

Info Pemesanan:

I: tazkiapublishing
T: @tazkia_tiu
F: Tazkia Tiu
T: +6221 8378 3638
M: +6281 8054 4143 

____________________________________


“Peradaban dimulai dengan ketertiban, berkembang dengan kebebasan 
dan mati dengan kekacauan.”

Will Durant

Selama ini, kita kadang sulit membedakan antara kebudayaan dan peradaban sehingga cenderung menganggapnya sama, padahal keduanya sangat jelas berbeda. Kebudayaan adalah sesuatu yang terus “menjadi” atau berkembang, sedangkan peradaban adalah sesuatu yang sudah “jadi” alias bersifat tetap adanya.

Samuel P. Huntington penulis buku The Clash of Civilizations and the Remaking of World Order (1996) mendefinisikan peradaban sebagai suatu identitas terluas dari budaya. Ada dua cara untuk mengetahui peradaban, yakni melalui identifikasi unsur-unsur obyektif umum seperti bahasa, agama, sejarah, institusi, serta tradisi, dan melalui identifikasi diri yang subyektif, termasuk mengetahui peradaban Islam.

Peradaban Islam merupakan suatu capaian umat Islam yang terukur meliputi arsitektur, kaligrafi, sastra, ilmu pengetahuan, karakter, dominasi Islam, dan lainnya. Semua itu didasarkan pada nilai-nilai Islam yang bersumber darl Alquran dan hadis,  serta diikat oleh ketauhidan sebagai satu capaian yang integral.

Dibanding peradaban lain, peradaban Islam memiliki keunikan tersendiri. Islam lahir paling belia, tersebar paling cepat, merambat paling luas, dan diterima oleh berbagai suku dan ras paling beragam. Nilai-nilai Islam mengalir serupa air dan terbentuk sesuai wadah masing-masing tempat. Kemudian muncul dalam berbagai aspek percapaian yang “menjadi”.

Ada banyak tokoh atau penulis yang mencoba melihat dan merekam sejarah peradaban Islam dari masa ke masa, salah satunya adalah Jurji Zaydan melalui Tarikh al-Tamaddun al-Islami yang terbit pertama kali pada tahun 1902. Namun semua buku yang ada hanya memotret sejarah peradaban Islam secara parsial dan non-kronologis.

Akhirnya pada awal tahun 2012, terbitlah Ensiklopedia Peradaban Islam (EPI) yang ditulis oleh Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec bersama Tim Tazkia. Pada acara peluncurannya, Syafii mengatakan bahwa”Kita hampir benar-benar terputus dari saudara kita yang berada di wilayah lain pusat peradaban. Kita hampir tidak mengenal bahwa cukup banyak jenderal Muslim yang berjuang secara diam-diam pada masa Mao Ze Dong fan Deng Xiao. Maka, ensiklopedia ini diharapkan menambah wawasan umat Islam tentang sejarah peradaban Islam selama ribuan tahun di berbagai belahan dunia”.

EPI merupakan ensiklopedia pertama dan satu-satunya sampai hari ini yang paling lengkap mengenai sejarah peradaban Islam. EPI disusun secara sistematis, komprehensif, kronologis, dan analitis. EPI mengupas tuntas sejarah peradaban Islam dari zaman Rasulullah SAW, Khulafaur Rasyidin, Dinasti Umayyah, Dinasti Abbasiyah, Seljuk, Safawi, Fatimi, Ayyubi, Nasrid al-Andalusi, Turki Usmani hingga peradaban Islam di Cina dengan berbagai dinamika sosial politiknya.  Terbitnya EPI merupakan sebuah ‘ijtihad literasi’ untuk menjaga sejarah peradaban Islam yang nyaris punah dan terputus dari umat Islam itu sendiri. EPI bisa menjadi sumber pengetahuan sejarah, inspirasi, motivasi, dan edukasi untuk membangun peradaban Islam selanjutnya.

Agar bisa dipahami oleh semua kalangan, EPI sengaja ditulis dengan bahasa yang sederhana, prosais, dan informatif tanpa kehilangan sisi kritisnya. Dengan demikian, maka EPI bisa dibaca oleh siapa saja mulai dari ibu rumah tangga, pelajar, mahasiswa, pengusaha, karyawan, dan masyarakat secara luas.
Ensiklopedia Peradaban Islam  terdiri dari 10 jilid berdasarkan jejak-jejak peradaban Islam itu sendiri, yakni Makkah, Madinah, Yerusalem, Damaskus, Baghdad, Kairo, Istanbul, Persia, Andalusia, dan Cina Muslim.

Untuk lebih jelasnya, silakan klik sinopsis masing-masing jilid di bawah ini:


Testimoni Tentang Ensiklopedia Peradaban Islam

“Bacaan yang lain. Sebuah buku dengan pendekatan multidisplin keilmuan, oleh penulis yang kaya dengan pengetahuan lapangan. Lewat buku ini kita tidak hanya mengenal wajah Syafii Antonio di layar televisi, melainkan bisa memahami lebih dalam ide-idenya secara utuh.”
Prof. Dr. Komaruddin Hidayat



Profile Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec 


Muhammad Syafii Antonio lahir dengan nama terlahir Nio Gwan Chung di Sukabumi, Jawa Barat, 12 Mei 1965. Dia merupakan mualaf dan WNI keturunan Tionghoa yang dikenal sebagai salah satu ikon keuangan dan perbankan syariah di Indonesia. Dia menjabat sebagai Ketua Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia.

Muhammad Syafii Antonio merupakan Doktor dalam Micro Finance, University of Melbourne (2004), Master of Economics, International Islamic University of Malaysia (1992), Sarjana Syariah dari University of Jordan (1990), Visiting research di Al-Azhar University, Oxford University, dan Harvard University, serta Santri dari Pondok Pesantren Annidzom, Sukabumi.


Melalui Batasa Tazkia Consulting, Muhammad Syafii Antonio telah membantu penumbuhan lebih dari 14 Unit Usaha Perbankan Syariah dan 7 asuransi syariah serta melatih lebih dari 6.000 praktisi keuangan.  Kini dia terpilih sebagai Komite Perbankan Syariah Bank Indonesia, Shariah Advisory Council Bank Sentral Malaysia, Global Shariah Board al- Mawarid Dubai, Advisor/Dewan Pengawas di Bank Syariah Mandiri (BSM), Takaful Indonesia, Bank Mega Syariah, Schroders Investment Manager dan PNM, dan Anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional RI.

“Syariah Award” oleh Bank Indonesia, MUI dan Bank Muamalat (2003), Anticorruption & Good Governance Award dari Kementrian Aparatur Negara (2007), Arab Asia Finance Recognition Award dari Arab Asia Finance Forum (2008), Australian Alumni Award dari Pemerintah Australia (2009), Best Islamic Book (IBF Award, 2009), dan Nominee IDB Prize dari Indonesia oleh Departement Keuangan RI merupakan penghargaan yang telah diraih Muhammad Syafii Antonio.